BIOGRAPHY

Harits Rasyid Paramasatya

INA, 1992

Gagasan mencangkok sejarah dan menumbuhkannya bersama narasi fiktif menjadi dasar dari ungkapan Harits Rasyid Paramasatya dalam karyanya yang berjudul “Mengenang Khem” yang menjadi salah satu pemenang dari BaCAA #4. Mengangkat keadaan yang teredam dalam identitas sosial, relasi kuasa, dan visibilitas kaum LGBT, Harits mempergunakan gubahan arsip ciptaan untuk menyoroti tokoh “Khem” dalam gaya pemajangan museum: seorang tokoh bersejarah dari kaum LGBT yang digambarkan terlupa dari sejarah nasional Indonesia.